Tanggal 30 April 2026 menjadi hari bersejarah bagi ekosistem pembayaran digital Indonesia. Bank Indonesia secara resmi melakukan soft launching QRIS lintas batas antara Indonesia dan China di Beijing — menandai era baru di mana warga Indonesia bisa bayar di Negeri Tirai Bambu hanya dengan scan QR dari ponsel.
Latar Belakang: Kenapa China?
China adalah salah satu mitra ekonomi terbesar Indonesia sekaligus sumber wisatawan terbanyak. Pada 2024, tercatat 1,19 juta wisatawan China berkunjung ke Indonesia — menjadikannya sumber turis terbesar. Di sisi lain, semakin banyak WNI yang berwisata ke kota-kota baru di China seperti Chongqing, Chengdu, dan Harbin.
Selama ini, turis Indonesia di China harus menukar rupiah ke yuan secara tunai atau mengandalkan kartu internasional yang dikenai biaya konversi mahal. QRIS lintas batas hadir sebagai solusi praktis: tidak perlu tukar uang, tidak perlu kartu tambahan.
Timeline: Perjalanan Panjang Menuju China
- 17 Agustus 2025 — Fase Sandboxing dimulai. Bank Indonesia dan People's Bank of China (PBoC) memulai uji coba QRIS lintas batas, bertepatan dengan HUT RI ke-80.
- Agustus 2025 – April 2026 — Masa uji coba menghasilkan 1,64 juta transaksi bernilai Rp 556 miliar (inbound). Antusiasme pengguna sangat tinggi bahkan sebelum peluncuran resmi.
- 1 April 2026 — QRIS resmi di Korea Selatan — satu bulan sebelum China, BI terlebih dahulu meluncurkan QRIS di Korea Selatan.
- 30 April 2026 — Soft Launching QRIS Indonesia–China di Beijing, bersamaan dengan peluncuran Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI). Dipercepat dari jadwal awal Mei.
- Juni 2026 (mendatang) — Grand Launching di Shanghai, dijadwalkan bersamaan dengan Pertemuan Tingkat Tinggi Program Kerja Bersama Indonesia–China.
Siapa Saja Merchant dan Penyelenggaranya?
Ini adalah kerja sama besar-besaran yang melibatkan 43 penyelenggara dari dua negara. Di sisi Indonesia terdapat 24 penyelenggara mencakup 16 bank, 8 lembaga non-bank, dan 4 lembaga switching (Alto, Artajasa, Jalin, Rintis). Di sisi China terdapat 19 penyelenggara termasuk UnionPay International, Alipay yang sudah aktif, dan WeChat Pay yang masih dalam negosiasi.
Perlu diperhatikan bahwa saat ini transaksi QRIS di China masih terbatas pada ekosistem Alipay. WeChat Pay dan UnionPay belum sepenuhnya aktif untuk transaksi outbound (WNI di China), namun masih dalam tahap finalisasi integrasi. Untuk transaksi inbound (turis China di Indonesia) sudah mencakup dua ekosistem dominan yang menguasai 88% pangsa pengguna dan 80% pangsa merchant di China.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Outbound — WNI Bayar di China:
- Buka Aplikasi Pembayaran Indonesia — Gunakan aplikasi mobile banking atau e-wallet Indonesia yang sudah mendukung fitur QRIS Antarnegara.
- Scan QR Code Merchant di China — Arahkan kamera ke QR code merchant China yang terdaftar di jaringan Alipay atau UnionPay. Sistem mengenali transaksi lintas batas secara otomatis.
- Konfirmasi dan Bayar — Nominal otomatis dikonversi dari Rupiah ke Yuan berdasarkan kurs yang berlaku. Tidak ada biaya penukaran fisik.
- Transaksi Selesai — Dana didebet dari rekening Rupiah. Merchant di China menerima Yuan dalam hitungan detik.
Inbound — Turis China Bayar di Indonesia:
- Turis China cukup membuka Alipay atau WeChat Pay yang sudah mereka miliki.
- Scan QRIS merchant Indonesia — bisa di warung, minimarket, resto, bahkan pedagang kaki lima.
- Konversi Yuan ke Rupiah terjadi otomatis di backend. Pedagang Indonesia tetap menerima dana dalam Rupiah.
Manfaat Nyata: Siapa yang Diuntungkan?
Kebijakan ini menguntungkan wisatawan WNI ke China, UMKM dan warung Indonesia, pelajar dan mahasiswa di China, pelaku usaha bilateral, wisatawan China ke Indonesia, serta ekspatriat dan pekerja.
Dari sisi makro, kebijakan ini mendukung Local Currency Transaction (LCT) Framework Bank Indonesia — transaksi bilateral tidak lagi bergantung pada dolar AS. Bagi UMKM Indonesia, warung Padang, pedagang batik, hingga toko suvenir kini bisa menerima pembayaran dari 1,34 juta wisatawan China yang berkunjung ke Indonesia setiap tahun — tanpa butuh mesin EDC mahal atau rekening khusus.
QRIS di Panggung Global: Peta Ekspansi
China bukan negara pertama. QRIS sudah mengepakkan sayapnya ke berbagai penjuru Asia — Thailand (Agustus 2022), Malaysia (Mei 2023), Singapura (November 2023), Jepang (17 Agustus 2025), Korea Selatan (1 April 2026), dan kini China (30 April 2026). Berikutnya India, Arab Saudi, dan negara-negara APEC sedang dalam negosiasi aktif.
Yang Harus Disiapkan Sebelum ke China
- Pastikan aplikasi mendukung QRIS Antarnegara — Cek apakah mobile banking atau e-wallet kamu sudah mengaktifkan fitur cross-border. Hubungi bank atau penerbit jika belum tersedia.
- Pantau kurs yang berlaku — Transaksi menggunakan kurs real-time saat pembayaran dilakukan. Pastikan saldo cukup dan kamu memahami nilai konversinya.
- Tetap bawa sedikit yuan tunai — Sebagai antisipasi di daerah dengan koneksi internet terbatas atau merchant yang belum mendukung QRIS.
- Waspada QR palsu — Pastikan selalu scan dari kode resmi merchant dan verifikasi nama merchant sebelum konfirmasi bayar.
Kesimpulan: Era Baru Pembayaran Digital ASEAN–China
Soft launching QRIS di China bukan sekadar pencapaian teknis — ini adalah sinyal kuat bahwa Indonesia serius membangun kedaulatan digital dalam sistem pembayaran. Di tengah tekanan yang menyebut QRIS sebagai hambatan perdagangan, Indonesia membuktikan bahwa sistem pembayaran nasional bisa berdiri di panggung global.
Dengan Grand Launching di Shanghai pada Juni 2026, ekosistem QRIS–China diprediksi semakin matang. Bagi traveler, pelajar, dan pebisnis Indonesia yang sering bolak-balik ke China — era repot tukar uang itu sudah berakhir.
Rencanakan perjalanan ke China? Pastikan visa, dokumen perjalanan, dan aplikasi pembayaran kamu sudah siap. Tim VisaPro siap bantu proses visa China dari A sampai Z — cepat, transparan, tanpa antri.